top of page
Leader Circle - 3.png
MRIA 2026 - Leader Circle - Leader 2.png

Putri Rachma Amalia

Executive Director,

Siloam Heart Hospital

Ketika Cita Cita Besar Mendorong Budaya Inovasi

Ketika Siloam Heart Hospital resmi menjadi rumah sakit Premium Specialist pada 2025, pencapaian itu membuka ruang baru untuk melihat kembali apa yang masih bisa diperbaiki. Bagi Bu Putri Rachma Amalia, itulah titik ketika perjalanan inovasi di Siloam Heart Hospital menemukan arah yang lebih jelas, dan jauh lebih berani.

Perjalanan ini berangkat dari cita-cita yang sangat konkret. Pada 2025, Siloam Heart Hospital resmi menjadi rumah sakit Premium Specialist dan menetapkan tujuan besar menuju World Class Advanced Cardiovascular Center of Excellence. Tujuan itu tidak berhenti sebagai visi di atas kertas. Ia diterjemahkan menjadi pekerjaan sehari-hari, dan tim mulai melihat kembali apa saja yang masih bisa diperbaiki di unit masing-masing.

 

Mereka memulainya dari yang paling dekat dengan pekerjaan. Peluang dan persoalan kritis di setiap unit dipetakan, lalu diprioritaskan berdasarkan kelayakan dan dampaknya bagi Siloam Heart Hospital. Dari pemetaan itulah para Kepala Divisi dan Kepala Departemen mulai membawa temuan mereka menjadi Proyek Inovasi yang benar-benar bisa dicoba, bukan sekadar wacana.

 

Semua ini berjalan lebih terarah lewat kampanye Road to Premium Specialist. Setiap temuan diterjemahkan menjadi Proyek Inovasi, dijalankan oleh tim, lalu dievaluasi hasilnya. Dari proses itu, Siloam Heart Hospital mengajukan 9 Proyek Inovasi ke MRIA tahun lalu, dan 3 di antaranya melaju hingga tahap semifinal.

2025
Premium Specialist

Awal perjalanan transformasi Siloam Heart Hospital

9 Proyek Inovasi

Diajukan Siloam Heart Hospital ke MRIA

3
Semifinalis

Proyek Inovasi yang melaju ke tahap semifinal

1 Tujuan
Besar

World Class Advanced Cardiovascular Center of Excellence

2 IMG_20251002_170619_429-Picsart-AiImag

“Kami harus berubah dan bertransformasi, dan dari sinilah semuanya bermula.”

Putri Rachma Amalia — Executive Director, Siloam Heart Hospital

01 — PERAN PEMIMPIN DALAM MENDORONG INOVASI

Bu Putri tidak memilih berdiri di luar Proyek Inovasi sambil menunggu hasilnya. Sejak awal, ia ikut menjadi sponsor bagi Proyek Inovasi pertama dan mendampingi para team leader saat mereka mulai menjalankannya.

 

Baginya, dukungan manajemen tidak cukup berhenti pada persetujuan di atas kertas. Ia memilih hadir sejak sebuah Proyek Inovasi masih berupa gagasan, saat tim masih mencari bentuk yang paling tepat untuk mewujudkannya.

Perkembangan setiap Proyek Inovasi dibawa ke ruang yang lebih luas, mulai dari rapat koordinasi hingga town hall. Prosesnya dibagikan, kemajuannya terlihat, dan tim mendapat pengakuan langsung atas kerja yang mereka jalankan.

 

Dari sana, tim lain punya contoh nyata yang bisa mereka lihat sendiri. Sebuah gagasan bisa mendapat dukungan, dicoba, diperbaiki, lalu menunjukkan hasil. Pengalaman itulah yang membuat semakin banyak orang berani membawa idenya sendiri ke permukaan.

“Memberikan teladan positif adalah hal yang saya upayakan sejak awal perjalanan ini.”

Putri Rachma Amalia — Executive Director, Siloam Heart Hospital

02 — MOMEN SULIT DALAM PERJALANAN INOVASI

Tentu ada pula Proyek Inovasi yang sempat berhenti di tengah jalan. Bu Putri mengingat satu tim yang berulang kali menemui hambatan dan belum juga menemukan jalan keluarnya.

Ia tidak langsung memberi jawaban. Bu Putri mengajak tim kembali menelusuri perkembangan yang sudah ada, mencari root cause, lalu mengajukan pertanyaan demi pertanyaan sampai persoalannya terlihat lebih jelas. Dengan cara itu, tim menemukan sendiri jalan keluarnya.

“Para Project Leader diberdayakan untuk memimpin dan menjalankan proyek mereka, tetapi bukan berarti mereka tidak dapat mencari dukungan dan bantuan dari manajemen ketika membutuhkannya."

Putri Rachma Amalia — Executive Director, Siloam Heart Hospital

03 — DAMPAK BUDAYA INOVASI BAGI TIM

Perubahan paling terasa ketika inisiatif mulai datang dari dalam unit itu sendiri. Semakin banyak unit dan departemen yang mengenali peluangnya sendiri, menyusun Proyek Inovasi, lalu mengambil tanggung jawab penuh atas pelaksanaannya.

 

Tidak semua Proyek Inovasi lagi harus menunggu arahan dari manajemen. Setelah melihat hasil dari inisiatif yang lebih dulu berjalan, tim mulai membawa solusi dan gagasannya sendiri ke dalam proses inovasi.

 

Titik inilah yang membuat inovasi berhenti menjadi program dan mulai menjadi kebiasaan. Ia hadir sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari di Siloam Heart Hospital, tanpa perlu selalu menunggu datang dari atas.

2 DSC02571_edited.jpg

04 — PENCAPAIAN INOVASI DI MRIA

Perjalanan itu tercermin jelas dalam partisipasi Siloam Heart Hospital di MRIA. Dari 9 Proyek Inovasi yang diajukan tahun lalu, 3 berhasil melaju hingga tahap semifinal. Namun di balik angka itu ada perubahan yang lebih menarik, yaitu semakin banyak tim yang bersedia membawa solusi dan gagasannya sendiri ke dalam proses inovasi.

 

Langkah berikutnya sudah berjalan. Siloam Heart Hospital kembali hadir lewat Heart to Earth 2.0, salah satu finalis pada MRIA mendatang.

9 Proyek Inovasi Diajukan

Tiga dari sembilan Proyek Inovasi melaju hingga tahap semifinal, bukti bahwa semakin banyak unit membawa solusi dan gagasannya sendiri ke dalam proses inovasi.

MRIA 2025

Heart to Earth 2.0

Tim dengan Proyek Inovasi yang membawa Siloam Heart Hospital kembali melangkah ke MRIA sebagai salah satu finalis.

MRIA Mendatang

2 DSC03126.png
2 IMG_20251002_165210_945-2.jpg

05 — PERAN MRIA DALAM PERJALANAN INOVASI

Bagi Siloam Heart Hospital, MRIA membuka ruang untuk membawa setiap Proyek Inovasi lebih jauh. Lewat coaching dan feedback, tim mendapat kesempatan mempertajam gagasan, meninjau kembali rencana implementasinya, dan memperkuat bagian yang masih belum matang.

“MRIA sangat membantu memberikan kesempatan bagi setiap karyawan dan menjadi wadah untuk menyampaikan ide dan kreativitas.”

Putri Rachma Amalia — Executive Director, Siloam Heart Hospital

Pengalaman itu mengajarkan satu hal penting, bahwa sebuah ide tidak harus sempurna untuk mulai dicoba. Yang dibutuhkan hanyalah ruang untuk mengujinya, kemauan untuk memperbaikinya, dan dukungan ketika prosesnya belum berjalan seperti yang diharapkan.

“Semua ini membantu menjadikan SHH sebagai tempat dimana inovasi menjadi budaya nyata.”

Putri Rachma Amalia — Executive Director, Siloam Heart Hospital

06 — LEADERS CIRCLE

Setiap pemimpin punya cara sendiri dalam menumbuhkan budaya inovasi. Di Siloam Heart Hospital, Bu Putri memulainya dengan tujuan yang jelas, lalu memilih hadir sejak awal untuk menunjukkan bahwa manajemen serius memberi tempat bagi gagasan baru.

 

Bagi pemimpin lain yang sedang memulai langkah serupa, pesan Bu Putri sederhana.

“Sebagai leader, kita harus memastikan bahwa tim merasa aman untuk berinovasi dengan menjalin komunikasi yang terbuka. Menghargai perbedaan pendapat dan pemikiran yang baru juga akan menunjang bertumbuhnya inovasi di dalam unit.”

Putri Rachma Amalia — Executive Director, Siloam Heart Hospital

Di situlah Leaders Circle menemukan ceritanya. Setiap pemimpin punya titik berangkat yang berbeda. Bagi Bu Putri, perjalanan itu dimulai dari cita-cita besar Siloam Heart Hospital, lalu diterjemahkan menjadi ruang yang membuat tim berani mengusulkan, mencoba, dan menyempurnakan gagasannya sendiri.

Cerita ini menjadi bagian dari seri Leaders Circle, yang menghadirkan perspektif para pemimpin di balik perjalanan inovasi MRIA dan cara mereka membawa ide menjadi perubahan yang nyata.

bottom of page